Bab 1: Dulu Harus Menunggu, Sekarang Bisa Mulai Sendiri

Dulu, kalau saya butuh aplikasi kecil untuk mempermudah pekerjaan, pilihannya dua: meminta waktu tim developer yang sudah sibuk, atau mengerjakan semuanya manual selamanya. Untuk kebutuhan internal yang sederhana, biasanya pilihan kedua yang menang, bukan karena baik, tapi karena tidak enak merepotkan.

Sekarang ada pilihan ketiga: AI-assisted development. Saya menjelaskan kebutuhan dalam bahasa sehari-hari, AI membantu menuliskan kodenya, lalu saya menguji hasilnya. Sebagai lulusan hukum yang tidak pernah kuliah pemrograman, ini mengubah banyak hal.


Bab 2: Cara Kerjanya Tidak Seajaib Kedengarannya

Perlu jujur di sini: AI tidak membuat kita tiba-tiba menjadi programmer. Yang berubah adalah titik mulainya.

Prosesnya kira-kira begini:

  • Saya tuliskan apa yang saya butuhkan, sespesifik mungkin, seperti menulis requirement untuk tim developer.
  • AI menuliskan kodenya, dan saya jalankan.
  • Hampir pasti ada yang belum sesuai. Saya jelaskan apa yang salah, AI memperbaiki, dan begitu terus sampai hasilnya benar.

Perhatikan polanya: yang saya lakukan sebenarnya adalah pekerjaan yang sudah saya kuasai sebagai project manager, yaitu mendefinisikan kebutuhan dan menguji hasil. AI mengisi bagian yang tidak saya kuasai, yaitu menulis kodenya.


Bab 3: Contoh Nyata di Pekerjaan Saya

Beberapa tool internal yang saya bangun dengan cara ini:

  • Otomasi perhitungan man-days bulanan untuk penagihan, digabungkan dengan workflow di n8n.
  • Skrip kecil untuk merapikan dan memeriksa konsistensi data sebelum diolah.
  • Alat bantu rekap yang mengubah pekerjaan salin-tempel berjam-jam menjadi beberapa menit.

Tidak ada satu pun yang istimewa secara teknis. Justru itu intinya: pekerjaan kecil yang membosankan seperti inilah yang paling layak diotomasikan, dan sekarang tidak perlu lagi mengantri ke tim developer untuk mewujudkannya.


Bab 4: Batas yang Perlu Dihormati

Supaya seimbang, ini batasan yang saya pegang sendiri:

  • Kode buatan AI tetap harus diuji dengan serius. Kalau hasilnya menyangkut uang atau laporan resmi, saya periksa perhitungannya berulang kali dengan data yang saya tahu jawabannya.
  • Untuk sistem yang kritis, ini bukan pengganti developer profesional. Tool internal dan sistem produksi adalah dua dunia yang berbeda standarnya.
  • Jangan memasukkan data sensitif sembarangan ke layanan AI. Kebiasaan lama dari dunia hukum ternyata berguna di sini: baca dulu ketentuannya.

Kalau Anda bukan orang teknis dan selama ini merasa ide-ide kecil Anda selalu kandas karena “tidak bisa ngoding”, sekarang alasan itu semakin tipis. Mulai dari yang paling kecil, dan uji hasilnya dengan teliti.