Bab 1: Pertanyaan yang Sering Saya Terima
“Lho, lulusan hukum kok kerjanya di IT?”
Pertanyaan ini hampir selalu muncul setiap saya berkenalan dengan orang baru di industri. Saya lulusan Fakultas Hukum, dan hari ini pekerjaan saya sehari-hari adalah mengelola proyek core banking, mobile banking, dan fraud detection system untuk bank. Jawaban singkat saya biasanya: justru karena latar belakang hukum itulah saya bisa berada di sini.
Bab 2: Regulasi Itu Sebenarnya Dokumen Requirement
Kalau dipikir-pikir, peraturan OJK dan Bank Indonesia itu mirip dengan dokumen kebutuhan sistem (requirement document) yang ditulis oleh regulator. Isinya daftar kewajiban: bank harus melaporkan ini, mencatat itu, dan menangani rekening dengan cara tertentu.
Masalahnya, dokumen ini ditulis dalam bahasa hukum. Bagi banyak orang teknis, membacanya melelahkan. Bagi saya, ini bahasa yang saya pelajari empat tahun di bangku kuliah.
Contohnya begini. Regulasi anti-fraud mewajibkan bank memiliki strategi untuk mendeteksi transaksi yang mencurigakan. Bagi tim engineering, kalimat itu belum bisa dikerjakan. Pertanyaannya masih panjang: transaksi seperti apa yang disebut mencurigakan? Batas nilainya berapa? Dicek pada saat transaksi berlangsung atau setelahnya? Pekerjaan saya adalah menjembatani dua dunia ini: membaca teks regulasinya langsung dari sumber, lalu menerjemahkannya menjadi kebutuhan sistem yang bisa diuji.
Bab 3: Yang Diajarkan Fakultas Hukum kepada Saya
Yang saya pakai setiap hari ternyata bukan hafalan pasal, melainkan kebiasaan membaca.
Kuliah hukum melatih kita membaca teks panjang dengan teliti, mencari definisi sebelum menarik kesimpulan, dan memperhatikan perbedaan kata yang kelihatannya sepele. Dalam teks hukum, kata “wajib” dan “dapat” adalah dua dunia yang berbeda. Ternyata di dokumen requirement pun sama: must dan may menentukan apa yang harus dibangun sekarang dan apa yang boleh ditunda.
Kebiasaan kecil ini yang membuat saya nyaman duduk di antara tim compliance dan tim engineering. Dua-duanya berbicara bahasa yang berbeda, tetapi sebenarnya sedang membicarakan hal yang sama.
Bab 4: Untuk Anda yang Merasa “Salah Jurusan”
Kalau Anda merasa jurusan kuliah Anda tidak nyambung dengan pekerjaan yang Anda inginkan, saya ingin menawarkan cara pandang lain: industri selalu membutuhkan penerjemah antara dua dunia.
Lulusan hukum yang mengerti teknologi. Lulusan teknik yang bisa menulis. Lulusan ekonomi yang paham data. Posisi di tengah ini jarang diperebutkan, justru karena kebanyakan orang merasa harus memilih salah satu sisi.
Latar belakang bukan penjara. Ia bekal, dan bekal tidak menentukan arah jalan.